Sabtu, 29 Mei 2010

JENIS-JENIS BURUNG di TOKO BURUNG MERAK JINGGA SETUI

JENIS-JENIS BURUNG di TOKO BURUNG MERAK JINGGA
SETUI

No Nama daerah Nama ilmiah Jumlah Sumber Kisaran harga @
1 Cucak rawa Pycnonotus zaylanicus 1 Medan Rp 8.500.000
2 Tekukur biasa Streptopelia chinensis 2 Medan Rp 15.000
3 Poksai jambul Garullax leucholophus 3 Medan Rp 170.000
4 Anis kuku lurus Orthonyx temminckii 1 Medan Rp 120.000
5 Kepodang kuduk hitam Oriolus Chinensis 1 Medan Rp 100.000
6 Jalak putih Sturnus melanopterus 1 Medan Rp 750.000
7 Perkutut Australi Geopelia humeralis 2 Medan Rp 400.000
8 Kokatiel (Kakatua) 2 Medan Rp 350.000
9 Jalak kerbau Acridotheres javanicus 1 Medan
10 Kenari melayu Serinus estherae 1 Medan Rp 120.000
11 Love bird Agapornis 9 Medan Rp 250.000
12 Ayam kedu cemani Gallus gallus 2 Banda Aceh


By Jaliani, finta yani, dan irhami













1. Cucak rawa (Pycnonotus zaylanicus)

;








Klasifikasi :
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Passeriformes
Famili : Pycnonotidae
Genus : Pycnonotus
Spesies : P. zeylanicus

Deskripsi: :
Berukuran besar 28 cm, berkepala pucat dengan kumis hitam mencolok, mahkota dan penutup kepala berwarna jingga jerami, punggung berwarna coklat zaitun dan abu-abu dan bercoret putih, sayap dan ekor berwaran coklat kehijauan, dagu dan tenggorokan berwarna putih, dada abu-abu bercoret putih, perut abu-abu, tungging kuning, iris kemerahan, paruh hitam, kaki cokelat gelap.

Suara :
Keras jelas bertalun, turun naik sembarangan, tetapi berirama baku, sahut menyahut atau dalam koor.


Penyebaran Global :
Semenanjung malaysia dan sunda besar

Penyebaran lokal dan Status :
Rentan ( Collar, dkk. 1994) di dataran rendah dan perbukitan Sumatera ( termasuk pulau Nias) dan Kalimantan, sekarang masih tersebar luas walaupun dulu lebih umum. Di Jawa terbatas di bagian Barat smpai ketinggian 800m, tetapi sekarang sangat jarang digemari sebgai burung peliharaan karena pandai berkicau sehingga terus menerus ditangkap. Sekarang didatangkan dari Sumatera dan Kalimantan untuk pasar burung di Jawa. Di Bali tidak tercatat.

Kebiasaan :
Mengunjungi hutan sekunder dan pinggir hutan, sering tinggal di lahan basah yang penuh gelagah, di dekat sungai atau Rawa. Agak pemalu, tidak mencolok, lebih sering terdengar daripada terlihat.

Makanan :
Di alam, burung ini memangsa aneka serangga, siput air, dan berbagai buah-buahan yang lunak seperti buah jenis-jenis beringin. Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Cucak Rowo. Voer diberikan sebagai pelengkap kebutuhan nutrisinya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
Buah Segar, burung ini sangat menyukai buah Pepaya, Pisang Kepok Putih, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya perbanyak pemberian buah Pepaya, karena buah Pepaya mengandung vitamin C yang tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Disamping itu, buah Pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah. EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya.




























2. Tekukur biasa (Streptopelia chinensis)






Klasifikasi :
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Columbiformes
Famili : Columbidae
Genus : Streptopelia
Spesies : S. chinensis

Deskripsi :
Berukuran sedang (30 cm), berwarna cokelat kemahjambuan, ekor tampak panjang, bulu ekor terluar memiliki tepi putih tebal, bulu sayap lebih gelap daripada bulu tubuh terdapat garis-garis hitam khas pada sisi leher (jelas terlihat) berbintik-bintik putih halus. Iris jingga, paruh hitam, kaki merah.

Suara :
Nada merdu yang diulang-ulang “te-kuk-kurr” dengan nada terkhir memanjang


Penyebaran Global :
Tersebar luas dan umum terdapat di Asia Tenggara sampai di Nusa Tenggara. Diintroduksi ke tempat lain sampai Australia dan Los Angeles.

Penyebran lokal dan status :
Umum ditemukan di seluruh Sunda besar, terutama di daerah terbuka dan perkampungan, sering dipelihara sebagai burung hias.

Kebiasaan :
Hidup bersama manusia di sekitar desa dan sawah, mencari makan di atas permukaan tanah sering duduk berpasangan di jalan yang terbuka. Bila terganggu terbang rendah di atas tanah dengan kepakan sayap pelan yang khas.

Makanan :
Voer, biji-bijian












3. Poksai jambul (Garullax leucholophus)








Klasifikasi :
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Passeriformes
Famili : Timaliidae
Genus : Garrulax
Spesies : G. Leucolophus

Deskripsi :
Bberukuran besar (30 cm), berwarna hitam kecokelatan, kepala putih dengan jambul sedikit tegak, mudah dikenali. Dahi, kekang dan strip mata hitam menurun, iris dan paruh cokelat, kaki kecokelatan.
Suara : sangat ribut, suara dimuali dengan ocehan, diikuti kotekan dan ringkikan nyaring.
Penyebaran global :
Himalaya, Asia Tenggara, dan Sumatera
Penyebaran lokal dan status:
Di pegunungan di Sumatera, agak jarang terdapat di hutan primer dan hutan sekunder pada ketinggian sedang (750-2000 m)
Kebiasaan :
Hidup berkelompok, pada lantai bawah dan menengah di hutan. Kadang-kadang turun ke permukaan tanah. Terbang dengan cara meluncur khas poksai.
Makanan :
Voer,









4. Anis kuku-lurus (Orthonyx temminckii)







Klasifikasi :
Kerajaan :Animalia
Filum :Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Passeriformes
Famili : Muscicapidae
Genus : Orthonyx
Spesies : Orthonyx temminckii

Deskripsi :
Ukuran tubuhnya 18 cm, penghuni permukaan tanah, tubuh bagian atas hitam berbintik cokelat, tungir merah karat; jantan memiliki palang sayap yang mencolok, tenggorokan dan perut putih; betina tenggorokannya merah karat, palang sayap kurang mencolok. Ekor berujung duri.


Suara :
be-kweek-kwekk-kweek-kweek bergema sangat keras, beragam tetapi khas, sering diulangi dengan cepat; juga quick atau tweet! Nada pendek, keras, tajam menusuk, kadang diulangi (data dari Australia).
Persebaran :
Jarang ditemukan pegunungan di daerah kepala burung, pegunungan Jaya Wijaya, pegunungan di Tenggara, pada ketinggian 1200-2800 m. Tampaknya tidak ada di pegunungan bagian tengah pulau Papua juga di Australia bagian Tenggara.
Makanan :
Hewan-hewan kecil seperti jangkrik, vour.










5. Kepodang kuduk-hitam ( Oriolus Chinensis)







Klasifikasi :
Kerajaan :Animalia
Filum :Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Passeriformes
Famili : Oriolidae
Genus : Oriolus
Spesies : O chinensis

Deskripsi :
Berukuran sedang (26 cm), berwarna hitam dan kuning dengan strip hitam melewati mata dan tengkuk, bulu terbang sebagian besar hitam, pada jantan bagian lain kuning terang, pada betina lebih buram dengan punggung kuning zaitun. Burung remaja warna hitam digantikan warna zaitun, tubuh bagian bawah keputih-putihan dengan burik hitam. Iris merah, paruh merah jambu, kaki hitam.

Suara :
Siulan seperti suara seruling mengalun jelas ” liiuw, klii-lii-tii-liiuw” atau ”u-dli-u” dan variasi lain. Juga suara nada omelan yang sangat keras dan siulan mantap tenang yang mengharukan.
Penyebaran global :
India, China, Asia Tenggara, Philipina, sulawesi, Semenanjung Malaysia, Sunda besar, dan Nusa Tenggara.
Penyebaran lokal dan status:
Di Sumatera, Jawa, Bali, merupakan burung yang umum terdapat sampai ketinggian 1600 m. Di Kalimantan termasuk jarang dan diketahui hanya beberapa spesimen dari Serawak dan Kalimantan.
Kebiasaan :
Menghuni bhutan terbuka, perkebunan, taman, desa-desa, hutan mangrove dan hutan pantai. Hidup berpasangan atau keluarga. Tinggal di atas pohon tetapi dapat kebawah untuk mencari serangga. Kepakan sayap kuat, perlahan-lahan, mencolok, dan terbangnya menggelombang.
Makanan :
Voer,



6. Jalak putih (Sturnus melanopterus)








Klasifikasi :
Kerajaan :Animalia
Filum :Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Passeriformes
Famili : Sturnidae
Genus : Sturnus
Spesies : Sturnus melanopterus

Deskripsi:
Berukuran sedang (23 cm) berwarna hitam, dan putih. Dewasa bulu seluruhnya putih, kecuali sayap dan ekor hitam, burung muda; kepala, leher, punggung, dan penutup sayap abu-abu. Warna punggung dan penutup sayap putih pada ras Jawa dan Madura (Melanopterus) abu-abu gelap pada ras pulau Bali (Tertius) dan ras peralihan di jungJawa Timur (Tricolor). Kulit tanpa bulu di sekitar mata berwarna kuning, iris cokelat tua, paruh kekuningan, kaki kuning.
Suara :
Siulan keras, serak sebagai alaram; ”kwr’ik, cr’k-t’ik, cr’k-t’ik” juga kicauan khas yang berbunyi seperti ”wriit, tr’k, ciik ckiik-wit-c’kc’kc’kc’k”.
Penyebaran global:
Endemik di Jawa, Bali dan Lombok. Diintroduksi ke P. St. John, Singapura.
Penyebaran lokal dan status:
Makin jarang terdapat di dataran rendah, termasuk di kota dan perkarangan, terutama di Jawa Timur dan Bali.
Kebiasaan :
Hidup berpasangan, atau dalam kelompok kecil, mencari makanan di tanah terbuka seperti lapangan rumput. Beristirahat di pepohonan atau kadang-kadang di rumah-rumah kota.
Makanan :
Voer





7. Perkutut Australi (Geopelia humeralis)








Klasifikasi :
Dunia :Animalia
Filum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Klas : Aves
Ordo : Colombiformes
Famili :Columbidae
Genus :Geopelia
Spesies :Geopelia humeralis

Deskripsi:
27 cm, perkutut berukuran sedang dari Savana bagian Selatan. Bagian tas cokelat abu-abu dan berpalang, dengan bercak merah-karat di leher, dada berpalang. Ketika terbang, perhatikan bulu primer merah-karat yang jelas.

Jenis serupa :
Perkutut Jawa jauh lebih kecil, tenggorokannya sangat berpalang.
Prilaku:
Mecari makan di rerumputan yang pendek atau di dekat savana dan rawa-rawa
Suara :
Nada sangat tinggi coooicoo atau hook coo! Hook coo! Yang jelas (data dari Australia)
Penyebaran :
Daerah Port moresbi dan Trans-fly, di dekat permukaan laut juga di Australia.
Makanan :
Makanan perkutut berupa biji-bijian yang berasal dari rerumputan seperti millet, jewawut, gabah kecil, dan lain-lain







8. Kakatua kecil Jambul-kuning








Klasifikasi :
Dunia :Animalia
Filum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Klas : Aves
Ordo : Psittaciformes
Famili : Cacatuidae
Genus :
Spesies :
Deskripsi :
Kakatua (suku Cacatuidae) adalah jenis burung hias yang memiliki bulu yang indah dengan lengkingan suara yang cukup nyaring. spesies ini termasuk salah satu burung dengan kecerdasan yang cukup bagus, sehingga sering digunakan untuk acara-acara hiburan di kebun binatang atau tempat hiburan lainnya. Spesies ini hidup pada ketinggian 0-1520 meter dari permukaan laut, biasanya berkelompok. Kakatua pada umumnya berusia panjang, hingga mencapai 60 tahun bahkan lebih.
Jenis Kakatua-kecil Jambul-kuning (bahasa Inggris: Yellow-crested Cockatoo) biasanya hidup berpasangan atau berkelompok dalam jumlah kecil. Sangat mencolok ketika terbang, dengan kepakan sayap yang cepat dan kuat diselingi gerakan melayang serta saling meneriaki. Bila sedang bersuara dari tempat bertengger, jambul ditegakkan lalu diturunkan. Jenis ini tertekan dengan ledakan populasi yang mengejutkan selama 10-15 tahun terakhir, akibat penangkapan yang berlebihan untuk perdagangan burung dalam sangkar, dan sekarang langka akibat kegiatan ini.
Kakatua menghuni hutan primer dan sekunder yang tinggi dan tepi hutan; juga hutan monsun (Nusa Tenggara), hutan yang tinggi bersemak, semak yang pohonnya jarang dan lahan budidaya yang pohonnya jarang. Dari permukaan laut sampai ketinggian 900 m (Sulawesi), 1520 m (Lombok), 1000 m (Sumbawa), 700 m (Flores), 950+ m (Sumba) dan 500+ m (Timor). sedangkan untuk jenis Kakatua Maluku (bahasa Inggris: Salmon-crested Cockatoo) biasanya hidup sendiri, berpasangan dan kelompok kecil; dahulu di pohon tidur berkelompok hingga 16 ekor. Umumnya tidak mencolok, kecuali pada saat terbang ke dan dari lokasi pohon tidur ketika petang dan menjelang fajar.
Walaupun terlihat terbang di atas kanopi tapi kebanyakan terbang di bawah batas kanopi. Mencari makan dengan tenang di kanopi dan lapisan tengah kanopi dan memiliki sebaran lokal di daerah Seram, Ambon, Haruku dan Saparua. Kakatua menghuni hutan primer dan sekunder yang tinggi, hutan yang rusak dan hidup diatas permukaan laut sampai ketinggian 1000 m.



9. Jalak kerbau atau Kerak kerbau (Acridotheres javanicus)








Klasifikasi :
Dunia :Animalia
Filum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Klas : Aves
Ordo : Passeriformes
Famili : Sturnidae
Genus : Acridotheres
Spesies :Acridotheres javanicus

Deskripsi :
Jalak (Ingg. starling) adalah nama sekelompok burung pengicau dari suku Sturnidae. Burung yang umumnya berukuran sedang (sekitar 20-25 cm), gagah, dengan paruh yang kuat, tajam dan lurus. Berkaki panjang sebanding dengan tubuhnya. Bersuara ribut, dan berceloteh keras, terkadang meniru suara burung lainnya. Di alam, burung ini kebanyakan bersarang di lubang-lubang pohon.
Burung jalak relatif mudah dijinakkan. Dalam kandang burung ini sangat aktif bergerak dan berkicau. Karena itu penggemar burung kicau memelihara burung ini untuk melatih jenis burung kicau lain.
Jenis kelamin :
Sangat sulit membedakan jalak jantan dan betina. Biasanya dilakukan pemeriksaan daerah kloaka. Jalak jantan memiliki bagian kloaka menonjol.
Ragam jenis :
Terdapat sekitar 25 spesies jalak dan kerabat dekatnya, yaitu perling dan beo, di seluruh Indonesia
Makanan :
Memakan hampir seluruh jenis makanan. Diet utama di penangkaran biasanya berupa voer, buah pisang, kroto, dan serangga kecil.









10. Kenari Melayu (Serinus canaria)






Klasifikasi :
Dunia :Animalia
Filum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Klas : Aves
Ordo : Passeriformes
Famili : Fringillidae
Genus : Serinus
Spesies : S. canaria
Deskripsi :
Burung kenari (Serinus Canaria) pertama ditemukan Oleh Pelaut Perancis Jean de Berthan Cout di Kepulauan Canary pada abad ke-15. Terkesan karena keindahan bulu dan kemerduan suaranya. Keaneka ragaman burung kenari yang sekarang merupakan perkembangan keturunan kenari liar yang bernama latin Serinus Canarius. Banyaknya jenis ini merupakan kondisi alam atau juga karena kawin silang yang terjadi sejak lima abad yang lalu.
Negara Belanda yang kini lebih dikenal sebagai negara pengekspor kenari Indonesia, semula mendatangkan kenari dari Inggris, Jerman dan Belgia kemudian kenari tersebut dikawinkan dengan kenari liar dan menghasilkan beberapa jenis seperti norwich,scoth fancy,bolder fancy,london fancy, dan sebagainya. Makanan kenari salah satunya vour.
















11. Love Bird (Agapornis)








Klasifikasi :
Dunia :Animalia
Filum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Klas : Aves
Ordo : Psittaciformes
Famili : Psittacidae
Genus : Agapornis
Spesies : Agapornis sp
Deskripsi :
Species yang dikenal dengan sebutan Lovebird (agapornis) ini merupakan jenis burung berparuh bengkok yang paling banyak jenis dan mutasi warnanya. Lovebird telah dipelihara lebih dari 100 tahun. Secara garis besar Lovebird dibagi menjadi 9 species. Berikut adalah species Lovebird dan daerah penyebarannya:
1. Madagascar Lovebird (Agapornis Cana) – endemic kepulauan Madagascar
2. Red-Faced Lovebird (Agapornis Pullaria) – Sierra Leone, Uganda, AngolaUtara.
3. Abyssinian Lovebird (Agapornis Taranta) – Ethiopia Timur dan EritreaSelatan.
4. Swindern’s Lovebird (Agapornis Swinderniana) – Liberia, Kamerun dan Zaire.Ini merupakan salah satu jenis yang sangat langka.
5. Peach-faced Lovebrid (Agapornis Roseicollis) – Sekitar Angola
6. Nyasa Lovebird (Agapornis Lilianae) - Zambia, Malawi dan Rhodesia
7. Black-checked Lovebird (Agapornis Nigrigenis) – Zimbabwe
8. Fischer Lovebird (Agapornis Fischeri) - Tanzania
9. Masked Lovebird (Agapornis Personata) – Tanzania
Makanan :
Di alam liar, jenis makanan yang dikonsumsi Lovebird antara lain adalah sayuran, buah2an, biji2an dan kacang2an dalam jumlah yang sangat banyak. Untuk Lovebird yang kita pelihara, sebaiknya jumlah makanan yang banyak mengandung lemak dibatasi. Hal ini karena keterbatasan gerak mereka di dalam kandang dibanding di alam liar. Jika terlalu gemuk, maka burung cenderung malas untuk bergerak dan bunyi. Berikan sayuran segar (al: brokoli, toge, bayam, sawi, kangkung, jagung) setiap hari secara bergantian, buah2an (al: apel, pisang, papaya) 2 -3 kali seminggu. Bij-bijian harus diberikan dalam jumlah yang terbatas (kecuali Lovebird akan diternak). Seminggu sekali boleh diberikan minuman susu cair. Jangan memberi makanan seperti alpukat, cokelat dan kopi karena bisa berakibat fatal. Jika anda memberikan apel, pastikan bahwa biji buah apel sudah terbuang karena itu bisa menjadi racun bagi Lovebird. Selain itu, jangan lupa untuk meyediakan pasir grit atau totok cumi didalam kandang. Grit ini selain berfungsi untuk membantu pencernaan juga bagai sarana dalam proses pembentukan cangkang telur. (lihat artikel om Kiansing mengenai fungsi Grit). Dengan perawatan yang baik, Lovebird bisa hidup 10 hingga 20 tahun.
BETERNAK LOVEBIRD :
Sebelum memulai beternak Lovebird, kita harus bisa membedakan dulu antara Lovebird jantan dengan Lovebird betina. Secara fisik dan warna, burung tersebut susah untuk diketahui jenis kelaminnya. Cara yang paling gampang adalah dengan meraba kedua capit udang yang terletak dibawah duburnya. Jika keras, rapat dan lancip, biasanya jantan. Sedangkan burung betina capit udangnya lembek, lebar dan tumpul. Ciri lain adalah, Lovebird betina jika sudah birahi akan mengumpulkan bahan sarang dan diselipkan diantara kedua sayapnya sebelum dibawa kedalam kotak sarang.Lovebird bisa diternak setelah memasuki usia diatas 7 bulan.











12. Ayam Cemani (














Klasifkasi :

Dunia :Animalia
Filum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Klas : Aves
Ordo : Galliformes
Famili : Phasianidae
Genus : Gallus
Spesies : G. gallus

Deskripsi :
Warna hitam bagi banyak orang berkesan magis dan memiliki kekuatan supra natural. Centeng Belanda atau Si Jampang, kurang berwibawa bila tak berpakaian hitam-hitam. Begitu pula makhluk yang memiliki warna hitam itu pun dianggap memiliki tuah atau kutukan. Ingat dengan kisah-kisah kucing hitam atau burung gagak? Bagaimana dengan ayam cemani yang memiliki bulu, jenger, tulang, daging, kulit, kaki dan taji serbahitam? Ini yang menarik. Ayam cemani bukan cuma dianggap ayam keramat, namun juga ayam hias yang khas Indonesia. Kini dia lebih sebagai ayam hias yang eksotik dan diburu para hobbies lokal dan mancanegara untuk dikoleksi.
Cemani adalah kata Sanskerta untuk hitam. Jenis ayam ini awalnya disebut ayam kedu. Dalam perkembangan ayam kedu itu terjadi banyak varian yang tidak lagi memiliki warna murni hitam. Sehingga ayam kedu yang masih tetap mempertahankan kehitam legamnya disebut oleh para hobbies sebagai ayam cemani.
Ayam jantan dewasa pada waktu berdiri normal mencapai tinggi sekitar 60 cm dengan lingkar dada mencapai 34 cm dan panjang sayap 25 cm. Sementara itu ayam betina dewasa mencapai tinggi 50 cm dengan lingkar dada 27 cm dan panjang sayap 21 cm. Bobot anak ayam umur sehari berkisar antara 28 ? 32 gram/ekor, kemudian bobot ayam betina umur 5 bulan berkisar antara 1200 ? 1300 gram/ekor. Semantara ayam jantan umur 5 bulan berkisar antara 1400 ? 1500 gram/ekor.


Genetika:

Ayam kedu yang ikut dalam kontes tersebut, menurut sebuah telaah, berasal dari keturunan ayam kampung yang dibeli dari daerah Gunung Sumbing. Ayam ini cukup besar dan diduga hasil silangan liar antara ayam Inggris yang diboyong orang pada era Raffles berkuasa (1811-1816). Kala itu, konon ada orang Inggris yang membawa dua ekor ayam betina dan seekor jantan asing, yang diduga termasuk jenis ayam ternak Dorking. Mereka dipelihara di daerah Dieng. Mungkin karena kandangnya sederhana dan kurang pengawasan, ayam-ayam itu menyeleweng dan berbaur dengan ayam kampung setempat. Dari keturunannya lebih lanjut terciptalah ayam lokal unggul.

Pakan :
Makanan ayam cemani diantaranya seperti jagung giling, dedak padi, vour.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar